Skip to main content

Posts

Suara Juang

SuaraJuang
Kata indah seolah mulia
Membungkam suara para petaka
Berandai kau genggam dunia
Bungkam bibir imaji mu melebihi tuhannyaKau perintahkan pada kami untuk berdiri
Perbuat kehendak yang ingin kau lakukan
Meremukan hati memasung kaki dengan rantai
Tak kami lihat nalurimu untuk melepaskanHayal pikir setara dengan kau kami tak bisa
Jalan sejajar itu penghinaan
Tangis adalah kelemahan
Kau ganti air mata ini dengan ludah hinaBungkam kami bukanlah diam
Yaitu tetesan hujan yang menghancurkan batu perlahan
Kematian bukan kelemahan
Penindasan bukan pahit, melainkan asamKeadailan adalah kesabaran
Tanpa kenyataan keadilan terus berjuang
Memerlukan perlawanan
Menanaamkan biji kebencian
Kau yang menyiraminyaBogor,11 januari 2016
Penulis adalah Muhammad Yazid Fakhri Al-ayubi, lahir di kota hujan Bogor pada tanggal 20 Agustus 1995 yang  haus suara, aksara, nyata dan fatamorgana. Sedang menimba ilmu di Universitas Pakuan Bogor, mengambil jurusan Ilmu Komputer. Berbahasa sejak dini namun sadar d…
Recent posts

Maaf Ngasal

Mengawali hari dengan semangat menggila akan hadirnya sebuah momen di manapun kaki melangkah, mengarungi lautan manusia yang memadati jalanan dengan mengenakan sampan(angkutan kota) di pagi jumat12/05. Cuaca cerah mengalahkan cerahnya senyuman pelacur di senja hari.
       Akulah si "Cacat Lensa" yang senantiasa mengabadikan hal indah walau tak selamanya keindahan itu di miliki sepasang bolamata, karena setiap keindahan penglihatan manusia yang satu dan yang lainnya pastilah berbeda, apakah yang ku lihat merah lalu kau lihat merah? kurasa itu belum tentu.
      kita sudahi basabasinya.
berangkat dari rumah masih mengingat mimpi semalam, sengaja menerjang kabut pagi meski mata tak sanggup lagi untuk mengalahkan dinginnya kabut pagi. Ceritanya aku sudah sampai di tempat tujuan, yaitu tugu kujang yang sangat amat terkenal, ya terkenal di bogor dan di kenal oleh masyarakat bogor, masih juga masyarakat Indonesia.
      Melihat sambil meneropong meskipun tak pakai penerop…

Pemikul

Memikul Sumirat
seraya dunia bicara mengenang duka si penjelajah suara
dia si pejalan renta
berangan tak berpanjang mencari secercah harapan hari pagi menjelang hingga gelap dengan bintang benderang
mengenal beribu peradaban tak hanya pria dan perempuan maunsia separuh senapan yang berangan kekosongan
dialah si pemikul sumirat dari fajar hingga senja dari nol hingga tak terhingga meratapi hal yang tak di dapat.







Senja

Secangkir Senjanyala tak ber-rasa dunia hampa namun penuh makna melamun dini menyapa senja menghadang dunia yang kan gulita
rasa tetaplah rasa pahit sering jumpa tak di suka kelabu bergumam menyikap pahit lalu membungkam
tak salah kau tertunduk pada hari yang semakin merunduk merayakan seraya aksara lihat kenangan duka
ragam tirai lingkaran laksana awan dia berkawan mampu teguh untuk melawan namun memilih hirau dan berjalan.



O2ksigenHujan

O2ksigenHujan adalah sebuah pemikiran khayalan yang datang begitu saja setelah datangnya hujan, mereka mulai mempertanyakan apakah ini sebuah nama band,sanggar atau beberapa macam pengaplikasian kesenian lainnya.
memulai dari yang hampa menjadikan kenyataan yang senantiasa bermuara, dari mulai hari ini 19/7.8:55 menyatakan bahwa keadaan hidup adalah bagai oksigen, tak semua udara segar terhirup, namun dengan hujan udara yang tak segar itu sirnah entah kemana.